Penentuan Nilai Spf (Sun Protection Factor) Dari Sediaan Serum Fraksi Ekstrak Rimpang Galoba (Hornstedtia Alliacea (K.Schum.) Valeton) Sebagai Tanaman Endemik Dari Maluku
THE DETERMINATION OF SPF (Sun Protection Factor) VALUES OF SERUM PREPARATIONS FROM GALOBA RHIZOMA EXTRACT FRACTION (Hornstedtia alliacea (K.Schum.) Valeton) AS AN ENDEMIC PLANT FROM MALUKU
Abstract
Rimpang galoba (Hornstedtia alliacea (K.Schum.) Valeton) adalah tanaman yang memiliki kandungan senyawa bersifat antioksidan. Kandungannya yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan triterpenoid untuk melindungi kulit dari radikal bebas akibat sinar matahari (UV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi ekstrak rimpang galoba dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan serum, menentukan nilai SPF (Sun Protection factor) dari sediaan serum serta untuk mengetahui konsentrasi dari sediaan serum yang memiliki nilai SPF tertinggi. Metode penelitian menggunakan eksperimental laboratorium dengan memformulasikan fraksi ekstrak rimpang galoba menjadi sediaan serum menggunakan metode meserasi dengan pelarut etanol 96% dan difraksinasi berdasarkan tingkat kepolaran dengan pelarut air, n-heksan dan etil asetat serta penentuan nilai SPF. Hasil penelitian menunjukan evaluasi sediaan serum secara fisik dan kimia antara lain uji organoleptik, pemeriksaan homogenitas, pengukuran pH, pengujian daya sebar, pengujian daya lekat, pengujian viskositas dan cycling test didapatkan hasil yang stabil, untuk nilai pada formula 1 (polar) didapatkan 1,88 pada formula 2 (non polar) 3,08 dan pada formula 3 (semi polar) 4,96 serta formula 4 (basis) 1,63. Nilai SPF yang memiliki nilai tertinggi yaitu F3 (semi polar) yaitu 4,96. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fraksi ekstrak rimpang galoba dapat diformulasikan menjadi sediaan serum, didapatkan nilai SPF pada setiap formulasi serum dan formula yang paling tinggi nilai SPF terdapat pada F3 (semi polar) sebesar 4,96 yang termasuk proteksi sedang.
References
Ardiyani, M. (2009). Zingiberaceae of the Ternate Island: Almost A Hundread Years After Beguin’s Collection. https://doi.org/10.5072/RIN/DJLHZ5
Dunggio, A. R. S. (2021). Model latihan fisik jalan kaki dengan pemberian jus galoba terhadap komposisi lemak tubuh dan status antioksidan pada wanita usia >55 tahun. Aceh Nutrition Journa, 6(1), 41–47.
Fenesia Fangohoi, M., Inaku, C., Suleman Wahid, A., Farmasi Universitas Megarezky Makassar Alamat, F., Antang Raya, J., Manggala, K., Makassar, K., & Selatan, S. (2025). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rimpang Galoba (Horstedtia Alliacea) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Colli. Jurnal Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 3(1), 161–173. https://doi.org/10.59841/an-najat.v3i1.2371
I Gusti Ayu, R., Kadek, Y. S., Ni Made, W., & I Made, S. (2023). BIODIVERSITAS TUMBUHAN OBAT DI DESA KEDISAN KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR. Emasains : Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains, 12(2), 88–95. https://doi.org/10.59672/emasains.v12i2.3171
Safaruddin, Suleman, A. W., & Zahira, S. (2024). Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) Sediaan Serum Anti-Aging Ekstrak Rimpang Galoba (Hornstedtia alliacceae). Journal of Pharmaceutial and Health Research, 5(3), 25–32.
Salsabila, S., Rahmiyani, I., & Zustika, D. S. (2021). Nilai Sun Protection Factor (SPF) pada Sediaan Lotion Ekstrak Etanol Daun Jambu Air (Syzygium aqueum). Majalah Farmasetika, 6(1), 123–132.
Sawiji, R. T. (2024). Pengaruh Variasi Konsentrasi Gelling Agent (Xanthan Gum dan Carbopol) pada Sediaan Serum dengan bahan Aktif Retinoic Acid. Acta Holistica Pharmaciana, 6(1), 1–10. https://doi.org/10.62857/ahp.v6i1.157




