https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/motor/issue/feedMOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan2026-10-22T15:42:16+07:00Endang Wahyuningsihmotorik@umkla.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal ilmu kesehatan sebagai saran informasi di bidang teknologi kesehatan yang berisikan hasil penelitian, studi kepustakaan, maupun tulisan-tulisan ilmiah</p>https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/motor/article/view/1897HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA2026-10-22T15:35:10+07:00Arifatul Khoirunnisakarifatulkhoirunnisak432@gmail.com<p>Latar belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan kondisi menurunya fungsi ginjal secara progresif dan permanen yang memerlukan terapi pengganti seperti hemodialisa. Pasien PGK yang menjalani hemodialisa mengalami berbagai tantangan fisik dan psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Salah satu faktor penting yang berperan dalam peningkatan kualitas hidup adalah self efficacy atau keyakinan individu terhadap kemampuan mengelola kondisi penyakit. Tujuan: Mengetahui hubungan anatara self efficacy dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 63 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner General Self Efficacy (GSE) dan WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil Penelitian ini menunjukkan sebagian besar pasien memiliki tingkat self efficacy sedang dan tingkat kualitas hidup sedang sebanyak 52 orang (82,5%). Uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self efficacy dan kualitas hidup dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,005) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,842 yang menunjukkan korelasi positif dan sangat kuat. Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Semakin tinggi tingkat self efficacy yang dimiliki pasien, maka semakin baik pula kualitas hidup yang dirasakan.</p>2026-09-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Arifatul Khoirunnisakhttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/motor/article/view/1917HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN SIKAP TERHADAP BULLYING PADA REMAJA DI SLB NEGERI SURAKARTA2026-10-22T15:37:27+07:00saryanti yuliasihnurputriputri25@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> <em>Bullying</em> merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang dengan tujuan untuk menyakiti secara fisik, verbal, maupun psikologis. Remaja dengan kebutuhan khusus yang berada di SLB memiliki kerentangan lebih tinggi menjadi korban <em>bullying</em>. Keluarga sebagai lingkungan utama anak memiliki peranan penting dalam memberikan pemahaman dan membentuk sikap yang tepat dalam menghadapi perilaku <em>bullying</em>. Tingkat pengetahuan keluarga mampu memengaruhi sikap terhadap penanganan dan pencegahan <em>bullying</em>. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan antara pengetahuan keluarga dengan sikap terhadap <em>bullying</em> pada remaja di SLB Negeri Surakarta. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga remaja di SLB Negeri Surakarta sebanyak 50 orang, dengan jumlah sampel 45 orang yang diambil menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan rehabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji <em>Spearman Rank</em>. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik mengenai <em>bullying</em> dan menunjukan sikap positif terhadap penanganannya. Hasil analisis menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga dengan sikap terhadap <em>bullying</em> pada remaja di SLB Negeri Surakarta <em>(p=0,039).</em> <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga dengan sikap terhadap <em>bullying</em>. Semakin baik pengetahuan keluarga maka semakin positif sikap mereka dalam menanggapi <em>bullying</em> pada remaja. Diperlukan intervensi edukatif kepada keluarga guna meningkatkan kesadaran dan keterlibatan dalam pencegahan <em>bullying</em> di lingkungan SLB.</p>2026-09-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 saryanti yuliasihhttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/motor/article/view/1902HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DONOR DARAH PADA REMAJA2026-10-22T15:38:23+07:00Emilia Vivi Arsitaemilia.vivi.arsita@gmail.comRendi Ariyanto Sinantorendisinanto@gmail.com<p><em>Blood donation contributes to improving public health. The demand for blood is increasing day by day, while the supply does not meet the needs. A good knowledge can be a motivation to donate blood regularly. Adolescents have good physiological conditions and meet the donor selection criteria easily, besides having an altruistic motive. The purpose of this study is to explore adolescents’ knowledge and attitudes about blood donation. This quantitative research was conducted using observation and exploration techniques with a cross-sectional approach. The research respondents are adolescents from Tegal Malohan Village, Klaten, Central Java. Data were converted using the Guttman scale and the Likert scale, and then categorized using Sturges’ formula. The data were analyzed univariately, bivariately, and descriptively. The characteristics of adolescents who dominate are male (62.5%), aged 19 years old (25%), have never donated blood (92.5%), and are students (40%) or college students (40%). The level of knowledge about blood donation tends to be low (62.5%), and the level of attitude towards blood donation is in the moderate category (57.5%). There is no relationship between the level of knowledge about blood donation and the level of attitude towards blood donation. There are many factors that can influence knowledge and the formation of attitudes and behaviours, one of which is information. Health promotion plays a role in determining the right strategies for delivering health information to create a community that can enhance health independently.</em></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Emilia Vivi Arsita, Rendi Ariyanto Sinantohttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/motor/article/view/1910GAMBARAN PENERAPAN REKAM MEDIS E LEKTRONIK TERHADAP EFEKTIVITAS WAKTU TUNGGU PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA GORONTALO2026-10-22T15:38:46+07:00Nurfadila Djailolonurfadila.djailolo@gmail.comMoh Ichsan Arifin Antuichsanantu08@gmail.comRismunandar Katilikatilirismunandar@gmail.com<p><em>Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan inovasi digital dalam pelayanan kesehatan yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, khususnya dalam menekan waktu tunggu pasien. </em><em>Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo mulai menerapkan RME sejak Maret 2023 untuk mempercepat proses pendaftaran pasien rawat jalan. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kendala dari aspek struktur, proses, dan hasil pelayanan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan RME terhadap efektivitas waktu tunggu pasien rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo. Metode Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi, dengan informan terdiri atas petugas pendaftaran, kepala instalasi rekam medis, duta Mobile JKN, dan pasien rawat jalan. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan kerangka Donabedian (struktur, proses, hasil). Hasil Penelitian menunjukan bahwa Penerapan RME memberikan perubahan positif dalam mempercepat proses pendaftaran dan memudahkan akses data pasien, sehingga waktu tunggu berkurang dibandingkan sistem manual. Namun, kendala masih dijumpai pada keterbatasan sarana komputer, gangguan jaringan internet, serta error sistem yang menyebabkan keterlambatan pelayanan. Tingkat kepuasan pasien menunjukkan perbaikan meski belum optimal. Kesimpulannya penerapan RME di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo mampu meningkatkan efektivitas waktu tunggu pasien rawat jalan, meskipun diperlukan peningkatan infrastruktur, pelatihan SDM, dan penguatan sistem agar manfaatnya lebih maksimal.</em></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurfadila Djailolo, Moh Ichsan Arifin Antu, Rismunandar Katilihttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/motor/article/view/1911EFEKTIVITAS PEMROSESAN PENGKLAIMAN BERKAS PASIEN BPJS DI RUMAH SAKITUMUM DAERAH BOLAANG MONGONDOW UTARA2026-10-22T15:39:06+07:00Fitri Ramdania Mararoniakomararo@gmail.comMerlin Abd Rahman merlinabd.rahman@gmail.comMoh Ichsan Arifin Antuichsanantu08@gmail.com<p><em>Kelengkapan rekam medis merupakan faktor penting dalam pemrosesan klaim BPJS di rumah sakit, karena berkas yang tidak lengkap dapat menyebabkan keterlambatan bahkan penolakan klaim sehingga berdampak pada kerugian finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemrosesan pengklaiman berkas pasien BPJS di RSUD Bolaang Mongondow Utara ditinjau dari aspek Man, Machine, Materials, Method, dan Money. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas klaim masih terkendala oleh beberapa faktor, di antaranya kelengkapan berkas rekam medis yang belum optimal, keterbatasan integrasi sistem informasi rumah sakit (SIMRS) dengan aplikasi INA-CBGs, keterlambatan pengantaran berkas oleh petugas, serta kurangnya pelatihan khusus terkait administrasi klaim. Selain itu, belum terdapat pengalokasian anggaran yang memadai untuk peningkatan kapasitas petugas koding sehingga berpengaruh pada kecepatan dan ketepatan proses klaim. Meskipun rumah sakit telah menerapkan standar operasional prosedur dan sistem rekam medis elektronik, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala teknis maupun manajerial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemrosesan klaim BPJS di RSUD Bolaang Mongondow Utara belum berjalan efektif, sehingga diperlukan peningkatan kualitas SDM, optimalisasi pemanfaatan teknologi, serta penguatan sistem manajemen untuk mendukung mutu pelayanan dan keberlanjutan keuangan rumah sakit.</em></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fitri Ramdania Mararo, Merlin Abd Rahman , Moh Ichsan Arifin Antuhttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/motor/article/view/1928IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DALAM PERLINDUNGAN DATA PRIBADI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TOTO KABILA GORONTALO 2026-10-22T15:39:51+07:00Nurlaila Ulanurlailaula@gmail.comMerlin Abd Rahman merlinabd.rahman@gmail.comMoh Ichsan Arifin Antuichsanantu08@gmail.com<p><em>Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan mendorong fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit, untuk bertransformasi dari sistem pencatatan manual ke sistem digital melalui implementasi rekam medis elektronik (RME). Namun, digitalisasi ini menghadirkan tantangan baru terkait perlindungan data pribadi pasien, terutama jika tidak diiringi dengan sistem keamanan informasi dan regulasi internal yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana implementasi RME di RSUD Toto Kabila mampu mendukung perlindungan data pribadi pasien, dengan fokus pada keberadaan dan penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO), teknis penyelenggaraan sistem RME, serta upaya pengamanan informasi pasien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumen. Subjek penelitian berjumlah lima orang yang terdiri dari kepala sub bagian rekam medis, petugas teknis SIMRS, serta tim IT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen SPO terkait perlindungan data masih dalam tahap finalisasi, namun sebagian prosedur telah dijalankan secara informal. Sistem RME telah dilengkapi dengan pembatasan akses berdasarkan peran pengguna, pencatatan aktivitas (audit trail), dan prosedur perubahan data yang ketat. </em><em>Meski demikian, masih ditemukan kelemahan dalam edukasi staf terhadap pentingnya prinsip privasi dan rotasi kata sandi yang tidak konsisten. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi RME di RSUD Toto Kabila telah berjalan, namun masih memerlukan penguatan regulasi internal, peningkatan pelatihan, dan pengawasan berkala untuk menjamin keamanan data pasien. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi rumah sakit lain dalam mengembangkan sistem RME yang aman, serta mendorong kebijakan berbasis bukti dalam pengelolaan data kesehatan digital.</em></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurlaila Ula, Merlin Abd Rahman , Moh Ichsan Arifin Antuhttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/motor/article/view/1930TINJAUAN FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN LAPORAN MORBIDITAS RAWAT INAP DI UNIT KERJA REKAM MEDIS RSUD OTANAHA KOTA GORONTALO2026-10-22T15:40:49+07:00Paramita Abdullahmitaabdullah8@gmail.comMerlin Abd Rahman merlinabd.rahman@gmail.comMoh Ichsan Arifin Antuichsanantu08@gmail.com<p><em>Perkembangan Pelaporan morbiditas rawat inap merupakan bagian penting dari sistem informasi rumah sakit karena menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan kesehatan dan evaluasi mutu pelayanan. Namun, dalam praktiknya pelaksanaan pelaporan masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau faktor-faktor penghambat pelaksanaan laporan morbiditas rawat inap di Unit Kerja Rekam Medis RSUD Otanaha Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. </em><em>Informan penelitian terdiri dari kepala instalasi rekam medis, petugas pelaporan rekam medis, serta petugas sensus rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor penghambat utama. Dari aspek SDM (Man), sebagian petugas bukan berlatar belakang rekam medis sehingga pemahaman mengenai pengkodean penyakit dan alur pelaporan masih terbatas. </em><em>Dari aspek Material, dokumen dan data sudah tersedia secara digital, namun pemanfaatannya belum merata. Dari aspek Metode, belum terdapat Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus pelaporan morbiditas sehingga pelaksanaannya masih bergantung pada kebiasaan kerja. Dari aspek Mesin (Machine), penerapan SIMRS di unit rawat inap belum optimal sehingga masih banyak proses manual yang berisiko menimbulkan keterlambatan. Sedangkan dari aspek Anggaran (Money), meskipun dana tersedia, belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pelatihan SDM dan penguatan sistem pelaporan. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaporan morbiditas rawat inap di RSUD Otanaha belum berjalan optimal karena adanya hambatan dari sisi SDM, prosedur, dan pemanfaatan teknologi. </em><em>Diperlukan penyusunan SOP, peningkatan kompetensi petugas, serta optimalisasi SIMRS untuk mewujudkan pelaporan yang cepat, tepat, dan akurat.</em></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Paramita Abdullah, Merlin Abd Rahman , Moh Ichsan Arifin Antuhttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/motor/article/view/1935TINJAUAN PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS SIPATANA2026-10-22T15:41:09+07:00Dityawati Polamolodityapolamolo15@gmail.comRiska Ahmadriskaahmad1991@gmail.comRismunandar Katilikatilirismunandar@gmail.com<p><em>Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi pelayanan kesehatan, termasuk penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penyelenggaraan RME di Puskesmas Sipatana serta menganalisis manfaat, kendala, dan kesiapan fasilitas dalam mendukung implementasinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lima informan yang terdiri dari kepala puskesmas, penanggung jawab rekam medis, admin/IT, serta petugas pendaftaran. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME di Puskesmas Sipatana sejak April 2023 memberikan dampak positif terhadap efisiensi pelayanan, kemudahan akses data pasien, serta pengurangan penggunaan dokumen fisik. Petugas merasa terbantu karena pelayanan lebih cepat dan akurat dibanding sistem manual. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan perangkat resmi, ketergantungan pada perangkat pribadi, serta kestabilan jaringan internet yang belum optimal. </em><em>Dari sisi keamanan, sistem telah dilengkapi dengan pembatasan akses melalui login khusus, sehingga kerahasiaan data pasien relatif terjamin. Kesimpulannya implementasi RME di Puskesmas Sipatana dinilai telah berjalan baik meskipun masih menghadapi hambatan teknis dan keterbatasan sarana. Peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, penyediaan infrastruktur yang memadai, serta penguatan sistem keamanan menjadi faktor kunci untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan RME di masa depan.</em></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dityawati Polamolo, Riska Ahmad, Rismunandar Katilihttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/motor/article/view/1936TINJAUAN PENGALAMAN PETUGAS DALAM PENGELOLAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS SIPATANA2026-10-22T15:42:00+07:00Putri Prestesya Lamasayputrilamaaay277@gmail.comRismunandar Katilikatilirismunandar@gmail.comMerlin Abd Rahman merlinabd.rahman@gmail.com<p><em>Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi pelayanan kesehatan, salah satunya melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penyelenggaraan RME di Puskesmas Sipatana serta menganalisis manfaat, kendala, dan kesiapan fasilitas dalam mendukung implementasinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima informan yang terdiri dari kepala puskesmas, penanggung jawab program, dan petugas rekam medis. </em><em>Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME di Puskesmas Sipatana memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi pencatatan, mempercepat akses informasi pasien, dan mendukung proses pelaporan. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, jaringan internet yang tidak stabil, serta keterbatasan sarana prasarana. Dari aspek kesiapan, sebagian besar petugas sudah memahami penggunaan sistem meskipun masih membutuhkan pelatihan lanjutan. Kesimpulannya, implementasi RME di Puskesmas Sipatana sudah berjalan cukup baik dan berpotensi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, namun masih memerlukan peningkatan pada aspek infrastruktur, kompetensi petugas, serta dukungan kebijakan berkelanjutan.</em></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Putri Prestesya Lamasay, Rismunandar Katili, Merlin Abd Rahman https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/motor/article/view/2586EFEKTIVITAS SACITUZUMAB GOVITECAN PADA KANKER PAYUDARA TRIPLE-NEGATIF METASTATIK: TINJAUAN SISTEMATIS DAN META-ANALISIS2026-10-22T15:42:16+07:00Didit Nugrohodiditfajar.dr@gmail.com<p><em>Metastatic triple-negative breast cancer (mTNBC) is an aggressive subtype of breast cancer associated with poor prognosis and limited therapeutic options, prompting the development of targeted therapies such as Sacituzumab Govitecan, a Trop-2-directed antibody-drug conjugate. This study aimed to evaluate the efficacy of Sacituzumab Govitecan in patients with mTNBC through a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. A comprehensive literature search was conducted in PubMed, Embase, and the Cochrane Library up to December 2024 following the PRISMA guidelines. Randomized controlled trials comparing Sacituzumab Govitecan with standard treatment or placebo and reporting overall survival (OS) and progression-free survival (PFS) were included. Data were analyzed using a fixed-effect model, and treatment effects were expressed as hazard ratios (HRs) with 95% confidence intervals (CIs). Four randomized controlled trials involving 1,383 participants, including 700 patients receiving Sacituzumab Govitecan and 683 receiving control treatment, were included in the analysis. Sacituzumab Govitecan significantly improved overall survival (HR = 0.51; 95% CI: 0.45–0.58; p < 0.00001) and progression-free survival (HR = 0.41; 95% CI: 0.36–0.47; p < 0.00001) compared with control, with no significant heterogeneity among studies (I² = 0%). These findings demonstrate that Sacituzumab Govitecan provides substantial survival benefits and represents an effective treatment option for patients with metastatic triple-negative breast cancer.</em></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Didit Nugroho