https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/involusi/issue/feedINVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan2026-02-13T10:07:39+07:00Lilik Hartatiinvolusi@umkla.ac.idOpen Journal Systems<p><em>INVOLUSI: Jurnal Ilmiah Kebidanan</em>, with registered number ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1435660810&1&&" target="_blank" rel="noopener">2089-1474 (Print)</a> and <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1557824322&1&&" target="_blank" rel="noopener">2685-1202 (Online)</a>, is a scientific journal published by <a href="https://stikesmukla.ac.id/stikesmukla/" target="_blank" rel="noopener">Universitas Muhammadiyah Klaten</a>. Its Journal covers a lot of common problems or issues related to midwifery sciences. Every article that goes to the editorial staff will be selected through Initial Review processes by the Editorial Board. Then, the articles will be sent to the peer reviewer and will go to the next selection by Double-Blind Preview Process. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. In each manuscript, the peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. The final decision of articles acceptance will be made by Editors according to the Reviewer's comments. peer reviewer that collaboration with <strong>Involusi: Jurnal Ilmu Kebidanan </strong>is the expert in the midwifery sciences area and issues around it.</p>https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/involusi/article/view/2233IMPLEMENTASI PELATIHAN KETERAMPILAN DUKUNGAN KESEHATAN JIWA IBU HAMIL & NIFAS BAGI BIDAN DI KABUPATEN KLATEN2026-02-13T09:48:29+07:00Wiwin Rohmawatiwiwinbidan@gmail.comPiscolia Dynamurti Wintorodynamurtiwintoro91@gmail.comSri Wahyunisri.yuni2402@gmail.comLilik Hartatihartatililik91@gmail.com<p><em>Masa kehamilan dan pasca kehamilan sering meningkatkan risiko kecemasan dan depresi pada ibu. Untuk itu diperlukan sebuah dukungan layanan kesehatan jiwa dan psikososial melalui keterampilan dan peran para bidan di Puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi luaran kegiatan pelatihan keterampilan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial bagi ibu hamil yang diberikan pada bidan di Puskesmas Daerah Kabupaten Klaten. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan pre-posttest design within subject untuk menganalisis hasil dari implementasi pelatihan terhadap perubahan pengetahuan bidan. Hasil pengukuran menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan/tidak pada skor pengetahuan bidan. Pelatihan gelombang 1 dengan 30 responden kenaikan sebesar 25,67 %, sedangkan pada gelombang 2 dengan 30 responden kenaikan sebesar 38,33%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan ketrampilan bidan dalam memberikan dukungan kesehatan jiwa ibu hamil. Adapun implikasi dari hasil penelitian ini serta rekomendasi akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini. </em></p>2026-01-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidananhttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/involusi/article/view/1558EFEKTIVITAS EFFLURAGE MASSAGE DAN DEEP BACK MASSAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI PMB H KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 20242026-02-13T09:49:24+07:00Riana Ayaugirianao836@gmail.comAgeng Septa Riniagengseptarini06@gmail.comIrma jayatmiirma675@gmail.com<p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><strong><em>Introduction: </em></strong><em>Pain during labor is caused by uterine contractions and dilatation of the cervix and lower uterine segment. Various efforts have been made to reduce pain during labor, both pharmacologically and non-pharmacologically. Non-pharmacological methods can reduce pain during the birth process with effleurage massage and deep back massage techniques. This massage technique can be done to reduce labor pain.</em> <strong><em>Objective: </em></strong><em>Analyzing the effectiveness of efflurage massage and deep back massage on the intensity of labor pain during the first active phase in PMB H, Kubu Raya Regency in 2024.</em> <strong><em>Method: </em></strong><em>The research design used a Quasy Experiment with a pretest-posttest control group design approach. Accidental sampling research techniques for mothers with active phase labor pain included 17 groups using the effleurage massage technique and 17 groups using the deep back massage technique at PMB H.</em> <strong><em>Results: </em></strong><em>Based on statistical tests using the Wilcoxon Test, it was found that there were differences before and after being given the effleurage massage and deep back massage techniques. The results of the Mann Whitney Test showed no difference in the administration of effleurage massage and deep back massage techniques for labor pain during the first active phase (p = 0.217).</em> <strong><em>Conclusion: </em></strong><em>There is a difference before and after giving effleurage massage and deep back massage to labor pain in mothers giving birth during the 1st active phase, there is no difference in giving effleurage massage and deep back massage techniques to labor pain during the 1st active phase.</em></p> <p><strong><em>Keyword</em></strong><strong>:</strong> <em>Efflurage Massage, Deep Back Massage, Labor pain </em></p> <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><strong><em>Pendahuluan: </em></strong><em>Nyeri pada proses persalinan diakibatkan karena kontraksi uterus serta dilatasi mulut rahim dan segmen bawah rahim. Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan nyeri pada persalinan, baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi. Metode nonfarmakalogi dapat menurunkan nyeri pada proses persalinan dengan teknik effleurage massage dan deep back massage teknik massase ini dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan</em>. <strong><em>Tujuan: </em></strong><em>Menganalisis efektivitas efflurage massage dan deep back massage terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di PMB H Kabupaten Kubu Raya tahun 2024.</em><strong><em> Metode: </em></strong><em>Desain penelitian menggunakan Quas</em><em>y</em><em> Experiment dengan </em><em>pendekatan p</em><em>retest-</em><em>p</em><em>osttest </em><em>control group</em><em> design. </em><em>T</em><em>eknik</em><em> penelitian</em> <em>acidental</em><em> sampling pada</em><em> ibu dengan nyeri persalinan fase aktif diantaranya</em> <em>17 kelompok teknik effleurage massage serta 17 kelompok pada teknik deep back massage di PMB H. </em><strong><em>Hasil: </em></strong><em>Berdasarkan uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Test diperoleh terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberi teknik Efflurage Massage dan Deep Back Massage. Hasil uji Mann Whitney Test tidak terdapat perbedaan pemberian teknik Efflurage Massage dan Deep Back Massage terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif (</em><em>p = </em>0,217).<em> <strong>Kesimpulan: </strong>Ada Perbedaan sebelum dan sesudah diberi Efflurage Massage dan Deep Back Massage terhadap nyeri persalinan pada ibu bersalin kala 1 fase aktif, tidak ada perbedaan pemberian teknik Efflurage Massage dan Deep Back Massage terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif. </em></p> <p><strong><em>Kata Kunci</em></strong><strong>:</strong> <em>Efflurage Massage, Deep Back Massage, Nyeri Persalinan</em></p>2026-01-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidananhttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/involusi/article/view/2163Tingkat Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Pra Sekolah di Perumahan Symphony Banguntapan Bantul Yogyakarta2026-02-13T09:54:41+07:00FERI YULIANIyulianiferi55@gmail.comPutri Kusumawati Priyonodhiyaskusuma@gmail.comAminatul Fatayatiaminatul_fatayati@usp.ac.idRizal Fajririzal_fajri@usp.ac.idRina Asih Budi Cahyaningrumrina_asih@usp.ac.idsyolichahsyolicah@usp.ac.id<p><em>The preschool period (3-5 years old) is a critical period in children's physical development, especially gross motor skills, which involve controlling large muscles for activities such as walking, running and jumping. Optimal development in this phase is very important as a foundation for future physical skills. The living environment, including play facilities and social interaction in housing, is thought to influence children's motor stimulation. This research aims to identify and describe the level of gross motor development of preschool-age children in the specific environment of the Symphony Banguntapan Housing Complex, Bantul, Yogyakarta. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. The research population included all children aged 3-5 years who lived in the Symphony Banguntapan Housing Complex, Bantul, Yogyakarta. The sampling technique was carried out by total sampling or purposive sampling. Data was collected through direct observation using an instrument in the form of a standard gross motor development checklist (DDST II/Denver Developmental Screening Test II). Data analysis was carried out using descriptive statistics to present data in the form of frequency distributions and percentages to determine categories of development level. The research results showed that the majority of preschool children at Symphony Banguntapan Housing had a level of gross motor development in the "normal" category 34 children (89.5%) and it was also found that the percentage of children in the "suspect" category was 4 children (10.5%). The conclusion is that the level of gross motor development of preschool age children at the Symphony Banguntapan Bantul Housing Complex in Yogyakarta is generally in the normal category and in accordance with the development norms for children their age.</em></p> <p><em><strong>Keyword</strong><strong>:</strong> Child Development, Gross Motor, Pre School</em></p>2026-01-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidananhttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/involusi/article/view/1919PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON DAN LAVENDER PADA DISMENORE REMAJA2026-02-13T09:55:10+07:00Mutmainnaninahuda062011@gmail.comSunartonosunartonosekda@gmail.comBima Suryantarabimasuryantara.gb@gmail.com<p><em>Dismenorea merupakan keluhan nyeri haid yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas. Salah satu penanganan nonfarmakologis adalah aromaterapi. Aromaterapi lemon dengan kandungan limonene dapat menghambat prostaglandin, sedangkan aromaterapi lavender memberi efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas kedua aromaterapi tersebut terhadap penurunan dismenorea. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan two group pretest–posttest control group design. Sampel berjumlah 120 remaja putri usia 12–20 tahun, dibagi menjadi kelompok aromaterapi lemon (n=60) dan kelompok aromaterapi lavender (n=60). Data intensitas nyeri dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok (Z = -3,343; p = 0,001). Penurunan nyeri lebih besar pada kelompok aromaterapi lemon. Simpulan, aromaterapi lemon lebih efektif dibandingkan aromaterapi lavender dalam menurunkan dismenorea pada remaja putri.</em></p> <p><em> </em></p>2026-01-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidananhttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/involusi/article/view/1880DETERMINASI FAKTOR BABY BLUES SYNDROME PADA IBU NIFAS DI KABUPATEN BANTUL 20252026-02-13T09:55:48+07:00Islami Adi Wulan Nuariislaminuari@gmail.comIstri Yulianiistriyuliani@yahoo.comJuda Julia Kristiariniyudayulia02@gmail.com<p><em>Perubahan psikologis pada ibu nifas perlu perhatian khusus tenaga kesehatan. Minimnya perhatian pasca persalinan sering memicu baby blues syndrome, terutama pada ibu yang belum mampu beradaptasi dengan peran baru. Rendahnya data prevalensi membuat kasus ini kurang dianggap penting, padahal di lapangan kejadiannya nyata namun jarang terdeteksi karena skrining awal yang terbatas. Dukungan keluarga, khususnya suami, berperan besar dalam menurunkan risiko, termasuk dukungan finansial. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian baby blues syndrome di Kabupaten Bantul. Metode penelitian observasional dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional diambil untuk penelitian ini. Populasi adalah ibu nifas dengan baby blues syndrome. Sampel 35 responden diambil menggunakan cluster sampling. Analisis data menggunakan uji regresi logistik. Hasil prevalensi baby blues syndrome sebesar 22,8%. Terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami menurut istri (p=0,014), dukungan suami menurut suami (p=0,042), pengetahuan (p=0,000), dan tingkat ekonomi (p=0,000) dengan kejadian baby blues syndrome. Faktor paling dominan adalah tingkat ekonomi (p=0,004). Simpulan adalah dukungan suami, pengetahuan, dan kondisi ekonomi berhubungan dengan kejadian baby blues syndrome. Variabel paling kuat adalah tingkat ekonomi.</em></p>2026-01-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidananhttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/involusi/article/view/1747EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN ANTENATAL DAN POSTNATAL TERHADAP PRODUKSI ASI2026-02-13T10:01:31+07:00Ida FaridaFarida.damond@gmail.comJuda Julia Kristiariniyudayulia02@gmail.comRisnawatifoldertugas758@gmail.com<p><em>Masalah yang berkembang di masyarakat adalah pemberian susu formula menjadi semakin penting dan ASI menjadi pilihan yang paling tidak disukai. Fenomena pada ibu nifas yang tidak memberikan ASI dan memilih memberikan susu formula bayi bayi salah satunya disebabkan karena kurangnya produksi ASI. Kondisi ini dapat menghambat proses menyusui dan menurunkan rasa percaya diri ibu. Penurunan produksi ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin. Usaha untuk merangsang pengeluaran hormon oksitosin dapat dilakukan dengan melakukan pijat oksitosin. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan efektifitas pijat oksitosin yang diberikan mulai usia kehamilan 38 minggu dibandingkan dengan pasca persalinan terhadap produksi ASI. Desain Penelitian yang digunakan adalah mixed methods. Penekanan metode lebih pada metode pertama, yakni kuantitatif dan selanjutnya dilengkapi dengan metode kualitatif. Pencampuran data kedua metode bersifat connecting (menyambung) antara hasil pertama dan tahap berikutnya. Sampel adalah ibu hamil mulai kehamilan 38 minggu sebagai kelompok intervensi dan ibu pasca persalinan sebagai kelompok kontrol masing-masing sebanyak 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan efektifitas pijat oksitosin yang diberikan mulai usia kehamilan 38 minggu dibandingkan dengan pasca persalinan terhadap produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Cilacap Utara I (p-value = 0,021). Pijat oksitosin yang diberikan mulai usia kehamilan 38 minggu akan lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan pijat oksitosin yang diberikan pada pasca persalinan dengan perbandingan produksi ASI pada kelompok intervensi rata-rata sebesar 17,31 cc sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 12,31 cc.</em></p>2026-01-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidananhttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/involusi/article/view/2223Implementasi Triad Sehat Kehamilan Pada Kelas Ibu Hamil: Deskripsi Pola Gizi-PHBS-Aktivitas Fisik Ibu Hamil2026-02-13T10:02:01+07:00Endang Wahyuningsihdeckrara@yahoo.co.idAna Uswatun Qoyyimahannauq1979@gmail.comAstri Wahyuningsihastrinadine@gmail.comEka Apriadi Farkhati Nafi'ahekaapriadifn@gmail.com<p><em>Kehamilan sehat sangat dipengaruhi oleh pemenuhan gizi seimbang, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta aktivitas fisik yang adekuat, yang dirumuskan dalam konsep Triad Sehat Kehamilan dan diadopsi dalam kelas ibu hamil sebagai upaya pencegahan primer risiko maternal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Triad Sehat Kehamilan yang meliputi pola gizi, PHBS, dan aktivitas fisik pada ibu hamil peserta kelas ibu hamil di Desa Buntalan, Klaten Tengah. Desain penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling, melibatkan 14 ibu hamil yang mengisi kuesioner Triad Sehat Kehamilan; data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan seluruh ibu hamil mengonsumsi gizi seimbang, seluruhnya menerima suplementasi kalsium dan hampir seluruhnya mendapat TTD, membatasi konsumsi kafein, serta sebagian besar membatasi asupan garam dan memperhatikan hidrasi, meski masih terdapat ibu dengan lingkar lengan atas <23,5 cm yang mengindikasikan risiko gizi. PHBS umumnya sangat baik, ditunjukkan dengan praktik cuci tangan pakai sabun, penggunaan air bersih, sanitasi dan kebersihan diri yang terjaga, tidak merokok maupun terpapar asap rokok, serta tidak mengonsumsi alkohol dan jamu. Aktivitas fisik harian sebagian besar cukup, didukung bantuan suami dan keterlibatan dalam aktivitas rumah tangga dan aktivitas ringan, meskipun partisipasi senam hamil masih rendah. Penelitian ini menegaskan bahwa implementasi Triad Sehat Kehamilan di kelas ibu hamil sudah relatif baik, namun tetap diperlukan penguatan edukasi gizi, pemantauan status gizi, promosi senam hamil, dan penguatan PHBS tertentu untuk mendukung pencapaian target SDG 3 terkait kesehatan maternal</em><strong><em>.</em></strong></p>2026-01-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidananhttps://ejournal.umkla.ac.id/index.php/involusi/article/view/1787EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN FLIP CHART DAN BUKU SAKU TERHADAP PENGETAHUAN BAHAYA KEHAMILAN PADA REMAJA2026-02-13T10:07:39+07:00Nainie FaiqatulShafaafida24@gmail.comRisnawatifoldertugas758@gmail.comGunarmi Solikhingunarmi01@gmail.com<p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><em>Pendahuluan: Kehamilan di usia dini dapat meningkatkan risiko kematian ibu. Salah satu upaya untuk menurunkan risiko tersebut adalah melalui pendidikan kesehatan, seperti kampanye kesehatan reproduksi dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan. Diharapkan, langkah-langkah ini dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan. Metode: Penelitian ini melibatkan dua kelompok, yaitu satu kelompok yang diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media flip chart, dan satu kelompok lainnya menggunakan media buku saku. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 remaja putri di SMA 4 Jember, dan sebanyak 60 orang dijadikan sampel (masing-masing 30 responden per kelompok) berdasarkan data studi pendahuluan. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent t-test. Hasil: Pada kelompok flip chart, sebanyak 53,3% responden memiliki pengetahuan yang kurang sebelum intervensi, dan meningkat menjadi 80% dengan kategori pengetahuan cukup setelah diberikan pendidikan kesehatan. Pada kelompok buku saku, sebanyak 76,7% memiliki pengetahuan cukup sebelum intervensi, dan meningkat menjadi 43,3% dengan kategori pengetahuan baik setelah intervensi. Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan pengetahuan antara metode flip chart dan buku saku (p = 0,003 dan p = 0,017). Saran: Remaja dianjurkan untuk aktif mencari informasi terkait kesehatan reproduksi dan menyebarkannya kepada teman sebaya. Pusat layanan kesehatan perlu memperluas kegiatan penyuluhan dengan metode yang interaktif dan materi yang mudah diakses. Bidan diharapkan lebih aktif melakukan edukasi di masyarakat dan sekolah dengan pendekatan yang sesuai usia. Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi efektivitas metode pendidikan kesehatan lainnya dengan cakupan yang lebih luas.</em></p>2026-01-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan