Faktor Sosial Ekonomi Keluarga Berhubungan dengan Status Gizi Balita Puskesmas Medan Sunggal

  • Rinawati Sembiring Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Agnes Purba Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Marthalena Simamora Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Agus Satriani Lase Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Dika Rahmin Lase Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia
Keywords: Nutritional Status, Toddlers, Maternal Knowledge, Family Income, Family Size

Abstract

Status gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Faktor sosial ekonomi keluarga berperan dalam menentukan status gizi balita. Data Dinas Kesehatan Kota Medan menunjukkan balita dengan gizi kurang menurun dari 550 pada tahun 2022 menjadi 298 pada tahun 2023. Survei awal di UPT Puskesmas Medan Sunggal tahun 2024, tercatat 850 balita dan 24 balita mengalami masalah gizi kurang dan 10 balita mengalami stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor sosial ekonomi keluarga dengan status gizi balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Medan Sunggal. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita (1-59 bulan) sebanyak 850 orang. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, sehingga diperoleh 272 balita sebagai sampel, yang diambil secara proporsional dari empat kelurahan di Kecamatan Sunggal. Variabel independen meliputi pengetahuan ibu, pendapatan keluarga, dan jumlah anggota keluarga, sedangkan variabel dependen adalah status gizi balita. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan antropometri kriteria BB/U, TB/U, BB/TB, kemudian dianalisis secara statistik untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan status gizi balita, serta antara pendapatan keluarga dan status gizi balita. Sementara itu, jumlah anggota keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi balita. Faktor pengetahuan dan pendapatan keluarga berperan dalam menentukan status gizi balita, sedangkan jumlah anggota keluarga tidak berhubungan secara signifikan. Upaya peningkatan edukasi gizi dan pemberdayaan ekonomi keluarga perlu menjadi perhatian dalam program perbaikan status gizi balita.

 Kata Kunci: Status Gizi, Balita, Pengetahuan, Pendapatan, Jumlah Keluarga

Published
2026-07-30