EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN ANTENATAL DAN POSTNATAL TERHADAP PRODUKSI ASI

  • Ida Farida Stikes Guna Bangsa Yogyakarta
  • Juda Julia Kristiarini Program Studi Kebidanan Program Megister, STIKES Guna bangsa Yogyakarta
  • Risnawati Program Studi Kebidanan, STIKES Bakti Utama Pati
Keywords: pijat oksitosin, produksi ASI

Abstract

Masalah yang berkembang di masyarakat adalah pemberian susu formula menjadi semakin penting dan ASI menjadi pilihan yang paling tidak disukai. Fenomena pada ibu nifas yang tidak memberikan ASI dan memilih memberikan susu formula bayi bayi salah satunya disebabkan karena kurangnya produksi ASI. Kondisi ini dapat menghambat proses menyusui dan menurunkan rasa percaya diri ibu. Penurunan produksi ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin. Usaha untuk merangsang pengeluaran hormon oksitosin dapat dilakukan dengan melakukan pijat oksitosin. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan efektifitas pijat oksitosin yang diberikan mulai usia kehamilan 38 minggu dibandingkan dengan pasca persalinan terhadap produksi ASI. Desain Penelitian yang digunakan adalah mixed methods. Penekanan metode lebih pada metode pertama, yakni kuantitatif dan selanjutnya dilengkapi dengan metode kualitatif. Pencampuran data kedua metode bersifat connecting (menyambung) antara hasil pertama dan tahap berikutnya. Sampel adalah ibu hamil mulai kehamilan 38 minggu sebagai kelompok intervensi dan ibu pasca persalinan sebagai kelompok kontrol masing-masing sebanyak 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan efektifitas pijat oksitosin yang diberikan mulai usia kehamilan 38 minggu dibandingkan dengan pasca persalinan terhadap produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Cilacap Utara I (p-value = 0,021). Pijat oksitosin yang diberikan mulai usia kehamilan 38 minggu akan lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan pijat oksitosin yang diberikan pada pasca persalinan dengan perbandingan produksi ASI pada kelompok intervensi rata-rata sebesar 17,31 cc sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 12,31 cc.

Published
2026-01-27