https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/issue/feed CERATA Jurnal Ilmu Farmasi 2026-07-07T15:13:03+07:00 Anita Agustina Styawan cerata@umkla.ac.id Open Journal Systems <p>CERATA Jurnal Ilmu Farmasi adalah kumpulan jurnal publikasi, yang mencakup banyak masalah umum atau isu-isu yang berkaitan dengan ilmu Farmasi, termasuk Farmasetika, Biofarmasi, Farmakokinetika, Sistem Penghantaran Obat, Fisika Farmasi, Kimia Farmasi, Teknologi Farmasi, Bioteknologi, Mikrobiologi Farmasi, Farmakologi, Toksikologi, Farmasi Komunitas, Regulasi Farmasi, Pemasaran Farmasi, dan Obat Herbal.</p> https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/1663 Pembuatan Hair Tonic Penumbuh Rambut Kombinasi Ekstrak Daun Pare (Momordica charantia L.) Dan Minyak Kemiri (Aleurites moluccana) 2026-07-07T15:02:42+07:00 Arfiani Riestha Anggitha arfianiriestha20@gmail.com Lailiana Garna Nurhidayati lailianagarna@gmail.com Rifqi Ferry Balfas rifqi.ferry.balfas@gmail.com <p>Kerontokan rambut merupakan salah satu kondisi lepasnya rambut secara berlebihan. Kondisi ini berakibat pada menipisnya rambut dan bisa mengakibatkan kebotakan. Faktor penyebab dari masalah ini karena efek psikologis seperti stress, genetik, hormonal dan usia. Beberapa bahan alam dapat di percaya untuk membantu masalah kerontokan pada rambut, namun hal ini belum terbukti secara ilmiah akan kefektifannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan aktivitas penumbuh rambut sediaan <em>hair tonic</em> nanoemulsi ekstrak daun pare dan minyak kemiri. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F0 (0:0), F1 (1:4), F2 (2,5:2,5), dan F3 (4:1) memiliki organoleptik warna hijau kehitaman, bentuk cairan kental, homogen, pH rentang 4,5 - 6,5, viskositas pada rentang 10-2000 cPa.s. &nbsp;Hasil aktivitas pertumbuhan rambut rata-rata F0, F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 0,76; 1,63; 1,88; dan 2,38 cm. Formula 3 memiliki aktivitas pertumbuhan rambut terbaik dengan hasil ukuran partikel 18,7 nm dengan nilai potensi zeta -21,7 mV.</p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/1567 Evaluasi Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Depo IGD RSU Anwar Medika: Menilai Kualitas Layanan Kefarmasian 2026-07-07T09:04:57+07:00 Adinugraha Amarullah adiamarullah@uam.ac.id Agustin Imroatus Solikhah agustinimroatus61@gmail.com Farida Anwari faridamph@gmail.com Hamidah Hamidah hamidah@fst.unair.ac.id <p>Dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat di bidang jasa rumah sakit serta tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan berkualitas, setiap rumah sakit dituntut untuk terus meningkatkan standar pelayanannya. Di Instalasi Farmasi Rawat IGD, beberapa permasalahan yang muncul antara lain terjadi kesalahan pemberian obat (<em>medication</em> <em>error</em>), lamanya waktu tunggu dalam pelayanan obat, serta keluhan pasien terkait kurang optimalnya informasi obat yang disampaikan oleh petugas farmasi. Waktu tunggu yang lama berdampak pada persepsi kualitas layanan rumah sakit secara keseluruhan dan dapat menurunkan jumlah kunjungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Depo IGD RSU Anwar Medika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan populasi sebanyak 300 pasien rawat jalan di Depo IGD RSU Anwar Medika Sidoarjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>accidental sampling</em> menghasilkan 60 responden. Instrumen yang digunakan telah melalui pengujian validitas, dan data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas pasien (48 orang atau 71,6%) sangat puas dengan pelayanan yang diberikan pada periode Mei 2024, terutama karena kecepatan pelayanan yang dirasakan sesuai dengan harapan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Depo IGD RSU Anwar Medika tergolong tinggi. Rekomendasi penelitian ini adalah agar petugas di Depo IGD dapat terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam memberikan informasi yang lebih lengkap kepada pasien mengenai dosis, aturan pakai, indikasi, kontraindikasi, interaksi obat, dan efek samping.</p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/1766 Pengaruh Durasi dan Konsentrasi Pelarut Ekstrak Etanol Daun Teh (Camellia sinensis) Menggunakan Metode Ultrasonik Terhadap Aktivitas Antibakteri Escherichia coli 2026-07-07T15:13:03+07:00 Thessarah Lia 27216355a@mhs.setiabudi.ac.id Ismi rahmawati ismirahmawati@setiabudi.ac.id Ghani Nurfiana Fadma Sari ghaninurfiana@gmail.com <p><em>Tea leaves (Camellia sinensis) are one of the plants that contain flavonoids, tannins, alkaloids, and secondary metabolites of catechins that have the potential as antibacterials. Extraction using the Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) method is influenced by the duration and concentration of the solvent. The purpose of this study was to determine the effect of different durations and solvent concentrations on the antibacterial activity of Escherichia coli tea extract using the UAE method. Tea leaves were extracted using the UAE method with sonication waves using 50%, 70%, and 96% ethanol solvents with a duration of 15, 30, and 45 minutes, as much as 25 grams in 250 ml. The extract was dissolved in 10% DMSO and an antibacterial activity test was carried out with a concentration of 75% as much as 50 µL per well. The negative control in the bacterial activity test used 10% DMSO, and used ciprofloxacin as a positive control. The antibacterial activity test was determined using the well diffusion method to determine the diameter of the inhibition zone. The test results data were analyzed statistically using SPSS. The results showed that tea leaves have antibacterial activity against Escherichia coli bacteria, the resulting yield related to variations in solvent concentration and extraction duration did not differ significantly, however the results of the inhibition test against Escherichia coli bacteria showed significant differences. Tea leaf extract extracted with UAE with 70% ethanol for 30 minutes had the highest inhibition diameter resulting in antibacterial activity with an average value of 13.475mm </em>± 0,38.</p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/1634 Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dengan Penerapannya sebagai Pengobatan Tradisional di Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus 2026-07-07T09:04:56+07:00 Naim Matul Khoiriyah 72021050100@std.umku.ac.id Ria Etikasari 72021050100@std.umku.ac.id Galih Kurniawan 72021050100@std.umku.ac.id <p><em>Family Medicinal Plants (TOGA) are plants cultivated in home gardens and traditionally utilized as natural, safe, and affordable treatments. Indonesia has approximately 15,000 species of medicinal plants, but only about 7,000 are actively utilized. This study aims to analyze the relationship between the level of community knowledge and the application of TOGA as traditional medicine in Dawe District, Kudus Regency.</em> <em>This study employed a cross-sectional observational design. The study subjects consisted of 391 randomly selected respondents from Puyoh and Cendono villages. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test. The results showed that 58.3% of respondents had good knowledge of TOGA, and 55% applied it as traditional medicine. The Chi-Square test revealed a significant relationship between knowledge level and TOGA application (p &lt; 0.05). Respondents with higher levels of knowledge tended to apply TOGA more optimally.</em></p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/1886 Uji Karakteristik dan Stabilitas Fisik dari Deodoran Krim yang Mengandung Tawas dengan Variasi Konsentrasi Beeswax dan Lemak Tengkawang 2026-07-07T09:04:49+07:00 Fransisca Dita Mayangsari fransisca_dita_mayangsari@umla.ac.id Safira Yulita Fazadini Safirayulitaa@gmail.com Ainun Filzah Fazliana ainun.filzah12@gmail.com <p>Tawas merupakan mineral alami dengan sifat astringen dan antibakteri yang menjadikannya bahan aktif yang efektif dalam sediaan deodoran. Dalam penelitian ini, tawas diformulasikan dalam bentuk krim. Viskositas merupakan salah satu aspek yang memengaruhi kualitas fisik krim. Aspek ini dapat dipengaruhi oleh jenis basis atau fase minyak. Penelitian ini mengamati pengaruh <em>beeswax</em> dan lemak tengkawang sebagai basis krim. Rasio <em>&nbsp;beeswax</em> dan lemak tengkawang yang diamati adalah 100:0 (F1), 50:50 (F2), dan 0:100 (F3). Penilaian karakteristik fisik dan stabilitas fisik meliputi organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, dan jenis krim. Berdasarkan uji karakteristik fisik, dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi <em>&nbsp;beeswax</em> dan lemak tengkawang dalam sediaan deodoran krim dapat memengaruhi konsistensi, warna, pH, viskositas, dan daya sebar sediaan. Namun, hal tersebut tidak memengaruhi bau dan tipe krim. Berdasarkan uji stabilitas, dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi <em>&nbsp;beeswax</em> dan lemak tengkawang dalam sediaan deodoran krim dapat memengaruhi pH sediaan. Sementara itu, tidak terdapat pengaruh terhadap aspek organoleptik, viskositas, daya sebar, dan jenis emulsi.</p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/1425 Review Artikel: Metode Analisis Kandungan Asam Retinoat Pada Sediaan Krim 2026-07-07T09:05:00+07:00 Layla Fatihatussir tussirfatiya@gmail.com Risma Fitriani rismafitriani316@gmail.com Galuh Suli Pitaloka galuhsulipitaloka@gmail.com Nur Azizah ziah090404@gmail.com Baiq Khaeratinnisa khaeratinnisabaiq132@gmail.com Eskarani Tri Pratiwi rani@unram.ac.id <p>Kosmetika merupakan bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar), atau gigi dan&nbsp; membran&nbsp; mukosa&nbsp; mulut,&nbsp; dengan tujuan untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan memperbaiki atau melindungi dari bau badan, dan&nbsp; memelihara&nbsp; tubuh&nbsp; pada&nbsp; kondisi baik. Krim pemutih wajah masih banyak yang mengandung bahan kimia berbahaya, seperti asam retinoat. Penggunaan asam retinoat tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan efek samping seperti kulit kering, iritasi, dan bahkan berpotensi membahayakan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan beberapa metode analisis, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, yang digunakan untuk mendeteksi kandungan asam retinoat dalam krim pemutih.&nbsp; Hasil review menunjukkan bahwa metode yang umum digunakan untuk analisis kualitatif yaitu uji warna SbCl₃ dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT)<em>, </em>sedangkan untuk analisis kuantitatif meliputi Spektrofotometri UV-Vis, HPLC, dan UHPLC. Di antara semua metode, Ultra High Performance Liquid Chromatography (UHPLC) dinilai paling unggul karena mampu memberikan hasil yang akurat, presisi tinggi, sensitif, serta efisien dari segi waktu dan biaya.</p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/1398 Article Review: Analisis Zat Berbahaya PadaProdukKosmetik Perona Bibir dengan Berbagai Metode Analisis 2026-07-07T09:05:01+07:00 Nadia Magfira Nurmalasanti nadiamagfira04@gmail.com Windah Anugrah Subaidah windahanugrah@unram.ac.id <p><em>In lip color cosmetic products, dangerous additional ingredients that can be found, include heavy metal contamination such as lead (Pb), mercury (Hg), cadmium (Cd), and nickel (Ni) which can come from raw materials or enter from the external environment during the production process. Apart from that, there are also many found the red dye K10 (Rhodamine B), which is a strong synthetic dye. This article aims to provide information regarding the use of analytical methods that can be used to identify dangerous substances that are usually contained in lip color cosmetic products. The writing method used in this article review is literature study conducted through the search of journals and scientific articles via the internet. From this search, 18 literature sources were obtained that analyzed lip color products using various analytical methods. The analytical methods that can be employed include, Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), Thin Layer Chromatography (TLC), UV-VIS Spectrophotometry, High-Performance Liquid Chromatography (HPLC), and Paper Chromatography. Among these methods, AAS is frequently used to analyze metal substances, while UV-VIS Spectrophotometry is most commonly used for detecting dyes.</em></p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/670 Pembuatan Lip Balm dengan Penambahan Berbagai Konsentrasi Ekstrak Bunga Mawar Merah (Rosa sp.) 2026-07-07T09:05:03+07:00 Asri Widyasanti asri.widyasanti@unpad.ac.id Reza Aldino rezaldino3004@gmail.com S Rosalinda s.rosalinda@unpad.ac.id <p>Bunga mawar (<em>Rosa sp</em>.) merupakan bunga potong yang memiliki julukan sebagai “Ratu dari segala bunga <em>(Queen of flowers)”</em> yang banyak ditemukan di daerah dataran tinggi dengan udara yang sejuk dan lembab. Bunga mawar memiliki banyak kandungan bioaktif yang bermanfaat salah satunya vitamin C. Proses ekstraksi bioaktif bunga mawar tersebut menggunakan metode <em>Ultrasonic Assisted Extraction (UAE</em>). Ekstrak bunga mawar memiliki banyak potensi sebagai bahan penambahan dalam kosmetik natural. Lip balm merupakan sediaan yang diaplikasikan pada bibir untuk mencegah terjadinya kekeringan dengan meningkatkan kelembaban bibir dengan membentuk lapisan minyak yang tidak dapat bercampur pada permukaan bibir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi konsentrasi ekstak bunga mawar dalam sediaan lip balm dengan parameter utama SNI 16-4769-1998 (homogenitas, pH, titik lebur) dan parameter pendukung (stabilitas, iritasi, efektivitas kelembaban, hedonik,). Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi konsentrasi ekstrak bunga mawar antara lain 0% (F0); 2,5% (F1); 5% (F2); &nbsp;dan 7,5% (F3). Hasil penelitian yang diperoleh bahwa penambahan variasi konsentrasi ekstrak bunga mawar dalam sediaan lip balm dapat meningkatkan kelembaban bibir. Seluruh formula memenuhi parameter utama SNI 16-4769-1998 dan parameter pendukung. Formula F3 merupakan formula terbaik dengan penampakan tekstur yang homogen, pH 5,32±0,04, titik lebur 55,33ºC±0,10, stabilitas baik, tidak mengiritasi kulit, efektivitas kelembaban 58,88%, nilai kesukaan 5 pada uji hedonik.</p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/1830 Penerapan Nilai Islam Dalam Pelayanan Swamedikasi untuk Menjamin Kepuasan Pasien 2026-07-07T09:04:50+07:00 Muhammad Nuh muhammadnuh951@gmail.com Oman Fathurohman SW muhammadnuh951@gmail.com <p>Penerapan etika islam dalam praktik kefarmasian menjadi landasan penting dalam pelayanan swamedikasi, terutama dalam aspek kehalalan obat, etika pelayanan, dan pengambilan keputusan berbasis syariah untuk menjamin kepuasan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi oleh apoteker untuk menjamin kepuasan pasien. Metode yang digunakan adalah <em>narrative review</em> dengan menelaah literatur relevan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025) yang diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian meliputi: <em>“Islamic values in self-medication services”</em>, <em>“Halal pharmaceuticals”</em>, <em>“Pharmacy ethics in Islam”</em>, dan <em>“Islamic perspective on self-medication”</em>. Dari enam artikel yang dianalisis, ditemukan bahwa penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kepuasan, kualitas layanan, dan loyalitas pasien, khususnya pasien Muslim. Konsep ini melibatkan integrasi etika Islam, farmasi halal, dan prinsip-prinsip syariah dalam praktik kefarmasian. Kesimpulannya, penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi oleh apoteker memiliki signifikansi yang tinggi dalam menjamin kepuasan pasien. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam penerapannya sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan pelatihan, serta kolaborasi lintas profesi untuk mendukung implementasi nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi secara optimal.</p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/2062 Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daging Buah Kepundung (Baccaurea racemosa) Segar dan Kering Berdasarkan Uji DPPH 2026-07-07T09:04:49+07:00 Wulan Desi Rahmayanti wulandesirahmaaa22@gmail.com Lina Permatasari lina.permatasari@unram.ac.id <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Buah kepundung ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Baccaurea racemosa</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> L.) merupakan salah satu tanaman tropis yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan antara ekstrak daging buah segar dan kering kepundung menggunakan metode DPPH. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut metanol, dan aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan persentase penangkapan radikal bebas DPPH pada berbagai konsentrasi (100–500 ppm). Nilai IC₅₀ dihitung sebagai parameter kekuatan aktivitas antioksidan, sedangkan perhitungan antar kelompok dianalisis menggunakan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Independent Sample T-Test</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa persentase inhibisi meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi, dan ekstrak daging buah segar memiliki aktivitas penangkapan radikal yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak kering pada semua konsentrasi (p &lt; 0,05). Nilai IC₅₀ ekstrak segar sebesar 113,18 ± 44,23 µg/mL termasuk dalam kategori sedang, sedangkan ekstrak kering tidak mencapai 50% penghambatan sehingga nilai IC₅₀-nya tidak dapat ditentukan secara valid. Perbedaan ini menunjukkan bahwa proses pengeringan dapat menurunkan kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan penting dalam aktivitas antioksidan. Dengan demikian, penggunaan bahan segar dinilai lebih efektif dalam menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi.</span></span></p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/1426 Review: Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif Kandungan Hidrokuinon Dalam Krim Pemutih Wajah Dengan Berbagai Metode Analisis 2026-07-07T09:04:59+07:00 Dea Riski Pebrianti deariskipebrianti@gmail.com Dhea Syafitri Dwiyanti syafitrdhea04@gmail.com Hudaynu Patya Putri hudaynuputri@gmail.com Gyna Dalila Virginia gynadalilavirginia17@gmail.com ⁠I Gede Eka Surya Buana igedeeekasuryabuana@gmail.com Eskarani Tri Pratiwi rani@unram.ac.id <p><em>Analysis of the hydroquinone content in facial whitening cream can be carried out using qualitative and quantitative methods. Hydroquinone, although effective in reducing melanin production, is potentially dangerous if used excessively, namely it can cause skin irritation and serious health problems. Qualitative analysis can be carried out using thin layer chromatography (TLC) and color reaction methods, while quantitative analysis can use UV-Vis Spectrophotometry and High Performance Liquid Chromatography (HPLC). The results of the analysis show that many facial whitening cream products contain hydroquinone that exceeds the permitted limit (&lt;2%), although some products are still within the safe limit. These findings emphasize the importance of strict supervision of cosmetics circulating on the market, in order to protect consumers from health risks. The choice of analytical method depends on specific needs, namely TLC is suitable for fast identification and HPLC for more accurate results on complex compounds. </em></p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/1765 Description of Post-Immunization Adverse Events Who Received the Vaccine COVID-19 at the Tegalrejo Community Health 2026-07-07T09:04:53+07:00 Chotijatun Nasriyah chotijatun@stikes-notokusumo.ac.id Astri Rachmawati rachmawatiastri@gmail.com Catharina Apriyani catharinaawh@gmail.com Raden Roro Erni Kusuma Putri erni_kusuma@usp.ac.id Annisah Mahanani annisahmaharani@gmail.com <p><em>Corona virus 19 (Covid-19) is an infectious disease caused by a new type of corona virus. The cause of this new virus was unknown before it became an outbreak in Wuhan in December 2019. One way to overcome the Covid 19 infection is by administering a vaccine. Post-Immunization Adverse Events are medical events that are thought to be related to Covid-19 vaccination. Post-Immunization Adverse Events that appear after vaccination are much milder than if infected with Covid-19 or complications caused by the virus. Not everyone who is vaccinated against Covid-19 experiences post-vaccination side events.The aim of this research is to look at the follow-up events after Covid-19 vaccination. This research method is descriptive by collecting data using a questionnaire which will be filled in by the respondent. The research sample was people who had received the second Covid-19 booster vaccine and were undergoing outpatient treatment at the internal medicine clinic at the Tegalrejo Community Health Center, Yogyakarta. The total sample taken was 100 respondents and divided into the type of IndoVac vaccine, 1 respondent (1%); Sinopharm 2 respondents (2%); Pfizer and Astra each with 21 respondents (21%); Moderna 23 respondents (23%) and Sinovac 32 respondents (32%). Of the six types of vaccines, all types of vaccines experienced side effects after immunization such as pain at the injection site. For the Moderna and Pfizer vaccine types, the most people experienced fever, namely 11 respondents for each type of vaccine. The conclusion is that almost all types of Covid-19 vaccines given by the community at the Tegalrejo Community Health Center in the second booster experienced post-immunization side events such as pain at the injection site and fever</em></p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/1445 Review Artikel: Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Cemaran Asam Retinoat Dalam Krim Pemutih Dengan Berbagai Metode 2026-07-07T09:04:58+07:00 Nanda Putri Utami Aziz nandaputri022003@gmail.com Dinda Ayu Lestari dindaayulestari531@gmail.com Shafira Kansa Haiba khansshafira@gmail.com Ahmad Hidayaturrohman ahmadhidayaturrohman671@gmail.com Rizqa Fersiyana Deccati rizqa.fd@unram.ac.id <p>Asam retinoat merupakan bentuk asam dan aktif dari vitamin A (retinol) yang biasanya digunakan secara topikal sebagai anti jerawat dalam produk kosmetik karena dapat mengurangi pigmentasi. Di Indonesia, asam retinoat telah dilarang oleh BPOM RI, sehingga penting untuk dilakukan analisis kadar cemaran asam retinoat pada kosmetik. Oleh karena itu, dilakukan <em>study literature</em> dengan tujuan mengetahui metode apa saja yang digunakan untuk analisis cemaran asam retinoat dengan menggunakan desain <em>Systematic Literature Review</em> (SLR). Data diperoleh melalui <em>database</em> online seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Schoolar. Berdasarkan kriteria inklusi, didapatkan 10 artikel terdiri dari 3 penelitian yang menggunakan instrumen <em>Ultra-Violet Spectrophotometry</em> dan 7 penelitian menggunakan instrumen <em>High Performance Liquid Chromatography</em> (HPLC), <em>Ultra High Performance Liquid Chromatography</em> (UHPLC) &amp; <em>Reversed Phase High Performance Liquid Chromatography</em>&nbsp; (RP-HPLC). Semua metode tersebut memenuhi syarat dari uji validasi yang meliputi uji LOD, LOQ, Linearitas, Presisi, dan Akurasi.</p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/2449 Evaluasi Komparatif Asam Sitrat Pada Beberapa Kultivar Mangga Lokal (Mangifera indica L.) dengan Metode Titrasi Alkalimetri 2026-07-07T11:56:33+07:00 Choiril Hana Mustofa han25tofa@gmail.com Elsa Epilia Duri epiliaelsa@gmail.com Avanilla Fany Septyasari avanilla@umkla.ac.id Aristhasari Putri aristha@umkla.ac.id <p><em>Citric acid is an organic secondary metabolite found in fruit and is important in determining the sensory profile and biochemical stability of mango (Mangifera indica L.). This observational study aimed to quantitatively measure the prevalence of citric acid in three local mango varieties: Harumanis, Indramayu, and Manalagi. The methodology employed included qualitative identification through a precipitation reaction with calcium chloride (CaCl₂) and quantitative determination using an alkalimetric method. Qualitative test results on all three samples confirmed the presence of citric acid in all samples through the formation of calcium citrate precipitates. Quantitative analysis showed that the average citric acid content in Harumanis mangoes was 0.69%, Indramayu mangoes 0.98%, and Manalagi mangoes 0.92%. These findings indicate that the Indramayu variety has the highest citric acid content, which implies a potential longer shelf life compared to other varieties.</em></p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/cerata/article/view/1671 Penentuan Nilai Spf (Sun Protection Factor) Dari Sediaan Serum Fraksi Ekstrak Rimpang Galoba (Hornstedtia Alliacea (K.Schum.) Valeton) Sebagai Tanaman Endemik Dari Maluku 2026-07-07T15:10:20+07:00 Abdul Wahid Suleman wahid26061991@unimerz.ac.id Ummu Kalsum febbyklmskssu@gmail.com Febrianty Kelmaskossu kelmaskossufebby@gmail.com <p>Rimpang galoba (<em>Hornstedtia alliacea (K.Schum.) Valeton) </em>adalah tanaman yang memiliki kandungan senyawa bersifat antioksidan. Kandungannya yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan triterpenoid untuk melindungi kulit dari radikal bebas akibat sinar matahari (UV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi ekstrak rimpang galoba dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan serum, menentukan nilai SPF (<em>Sun Protection factor</em>) dari sediaan serum serta untuk mengetahui konsentrasi dari sediaan serum yang memiliki nilai SPF tertinggi. Metode penelitian menggunakan eksperimental laboratorium dengan memformulasikan fraksi ekstrak rimpang galoba menjadi sediaan serum menggunakan metode meserasi dengan pelarut etanol 96% dan difraksinasi berdasarkan tingkat kepolaran dengan pelarut air, n-heksan dan etil asetat serta penentuan nilai SPF. Hasil penelitian menunjukan evaluasi sediaan serum secara fisik dan kimia antara lain uji organoleptik, pemeriksaan homogenitas, pengukuran pH, pengujian daya sebar, pengujian daya lekat, pengujian viskositas dan <em>cycling test </em>didapatkan hasil yang stabil, untuk nilai pada formula 1 (polar) didapatkan 1,88 pada formula&nbsp; 2 (non polar) 3,08 dan pada formula 3 (semi polar) 4,96 serta formula 4 (basis) 1,63. Nilai SPF yang memiliki nilai tertinggi yaitu F3 (semi polar) yaitu 4,96. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fraksi ekstrak rimpang galoba dapat diformulasikan menjadi sediaan serum, didapatkan nilai SPF pada setiap formulasi serum dan formula yang paling tinggi nilai SPF terdapat pada F3 (semi polar) sebesar 4,96 yang termasuk proteksi sedang.</p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 CERATA Jurnal Ilmu Farmasi